Togel Online Agen Judi Bola Online Terbesar Casino Online
Agen Poker
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

5 Pelajaran Dari Duel Tottenham vs Man United, Pameran Aksi De Gea

Manchester United masih dalam trek kemenangan. Enam kemenangan beruntun di bawah arahan pelatih Ole Gunnar Solskjaer datang setelah kemenangan penting 1-0 atas tuan rumah Tottenham Hotspur.

Kemenangan yang banyak disebut sebagai ujian sebenarnya bagi pelatih baru Ole Gunnar Solskjaer. Kemenangan yang sepertinya membuktikan bahwa The Red Devils musim ini masih bisa bersaing dan bisa menjadi batu sandungan bagi tim-tim di atas mereka.

Adalah Marcus Rashford yang mencetak satu-satunya gol. Menerima umpan panjang dari Paul Pogba pada menit ke-44, Rashford berlari kencang menyongsong bola untuk kemudian melepas tembakan mendatar yang tak bisa dibendung oleh kiper Hugo Lloris.

Satu gol itu menjadi satu-satunya pembeda pada pertandingan ini. Manchester United bermain sangat bagus, meskipun mereka harus berterima kasih pada David de Gea yang membuat begitu banyak penyelamatan sepanjang pertandingan.

Dan berikut adalah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan Tottenham vs Manchester United.

Solskjaer Sementara Ungguli Pochettin

Begitu banyak komentar dan pendapat sebelum pertandingan bahwa pertemuan kedua tim kali ini adalah seperti wawancara Mauricio Pochettino untuk menjadi pelatih United selanjutnya.

Pelatih Tottenham tersebut telah banyak dikaitkan untuk menjadi pelatih permanen Setan Merah musim depan, menggantikan Ole Gunnar Solskjaer yang memang dikontrak hingga akhir musim setelah menggantikan Jose Mourinho yang dipecat.

Namun Solskjaer yang membuktikan diri kelayakannya menjadi pelatih tim besar seperti Manchester United, setelah mampu menjaga tren kemenangan timnya menjadi enam kemenangan beruntun sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Mourinho.

Solskjaer sendiri sepanjang pekan lalu mengungkapkan kekagumannya pada Pochettino, tapi saat ini pelatih asal Norwegia tersebut yang memiliki keuntungan untuk mempertahankan pekerjaannya dengan berubah status menjadi pelatih permanen.

David de Gea, Si Tangan Dewa

David de Gea telah banyak disebut sebagai salah satu transfer terbaik yang pernah dilakukan Manchester United. Dan berdasarkan bukti yang dia lakukan sepanjang pertandingan melawan Tottenham, kalian akan terlihat bodoh bila mempertanyakan hal itu.

David De Gea melakukan serangkaian penyelamatan untuk menjaga Manchester United tetap unggul, dan mendapatkan tiga poin.

Pertama-tama dia menggagalkan peluang Harry Kane dengan kakinya, sebelum kemudian secara taktis menggagalkan sundulan Dele Alli. De Gea kemudian kembali melakukan penyelamatan atas peluang Christian Eriksen, sebelum menepis peluang Alli di depan gawang. Ia juga melakukan penyelamatan hebat atas peluang Toby Alderweireld, menangkap tendangan bebas Kane hingga peluang dari Llorente.

Di babak pertama, De Gea memang seperti ‘nganggur’ karena Spurs gagal menembus pertahanan United. Namun lain cerita di babak kedua, yakni saat De Gea harus membuat 11 penyelamatan.

Itu adalah seperti pameran penjaga gawang level tertinggi, dan itu sangat luar biasa. Bravo!

Marcus Rashford Yang Impresif

Dia mengubah permainannya satu tingkat lagi sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer di Old Trafford, dan Marcus Rashford sekarang menunjukkan bahwa dia adalah pilihan yang tak salah.

Beberapa statistik pra-pertandingan menunjukkan mengapa pemain berusia 21 tahun ini begitu istimewa.

Sebagai sebuah perbandingan dengan Harry Kane ketika dia seusia, Rashford telah mencetak 14 gol lebih banyak di klub, dan bermain lebih banyak sebagai starter.

Saat pertandingan berlangsung, segera Rashford menunjukkan salah satu kekuatannya. Dia mampu mencetak gol kemenangan tim, dan membuat torehannya menjadi empat gol dalam enam pertandingan di bawah arahan Solskjaer.

Dengan semua pencapaiannya di level klub dan juga saat membela timnas Inggris, Rashford di usia 21 tahun ini menunjukkan bahwa dia bisa jauh lebih baik daripada Harry Kane di usia yang sama. Rashford juga seperti menunjukkan bahwa yang terbaik darinya masih belum hadir.

Pogba is Back

Dia menghadapi banyak kritik musim ini, tetapi Paul Pogba kemudian menunjukkan bahwa dirinya kembali ke level yang mana kita semua sudah tahu bahwa dia mampu melakukannya.

Pogba hampir dibekukan di rezim lama Mourinho setelah hubungan antara keduanya banyak dikabarkan memburuk.
Tapi kedatangan Ole Gunar Solskjaer membuat Pogba tersenyum lagi, dan itu membuahkan hasil.

Pemain Prancis itu menjadi aktor atas gol tunggal Rashford dengan sebuah umpan sempurna. Dan sepanjang pertandingan, Pogba secara nyata menjadi ancaman besar bagi Tottenham.

Hanya karena kemampuan penjaga gawang Spurs, Hugo Lloris, pemain berusia 25 tahun itu tidak mendapatkan namanya di daftar pencetak gol hari ini.

Tottenham Perlu Belanja Lagi

Ada sedikit adegan yang mengkhawatirkan bagi penggemar Spurs saat Moussa Sissoko tiba-tiba berhenti ketika mengejar bola di tengah lapangan.

Pemain Prancis itu akhirnya diganti Erik Lamela setelah mengalami cedera hamstring, meninggalkan Oliver Skipp yang baru berusia 18 tahun sebagai satu-satunya gelandang yang tersedia di bangku cadangan Spurs.

Dengan Moussa Dembele dilaporkan sedikit lagi akan pindah ke Liga China, dan dengan Son Heung-Min menuju Piala Asia, cedera Sissoko akan membuat Tottenham sangat gelisah karena stok gelandang tengah mereka semakin menipis.

Mauricio Pochettino sudah tanpa Eric Dier, Victor Wanyama dan Lucas Moura, dan jelas bahwa mendatangkan gelandang adalah prioritas utama mereka sebelum jendela transfer ditutup.


No comments.

Leave a Reply